Jajar, 27 September 2025 — Ribuan warga pecinta seni tradisional memadati arena pertunjukan dalam pagelaran seni Jaranan yang digelar Sabtu malam (27/9/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Pasar Kamardikan 2026 Desa Jajar yang terus menghadirkan beragam hiburan dan pelestarian budaya.
Sejak sore hari, masyarakat sudah berdatangan untuk menyaksikan kesenian khas Jawa tersebut. Suasana semakin meriah ketika para penari mulai memasuki arena dengan kostum warna-warni dan properti kuda kepang. Iringan gamelan dan kendang yang menghentak menambah semangat para pemain sekaligus memukau ribuan penonton yang memenuhi lokasi acara.
Pagelaran jaranan kali ini mendapat sambutan luar biasa dari warga, khususnya para penggemar seni tradisional. Sorak sorai dan tepuk tangan menggema setiap kali atraksi-atraksi khas ditampilkan. Tidak sedikit penonton yang mengabadikan momen tersebut melalui ponsel mereka.
Pemerintah Desa Jajar melalui Kepala Desa Jajar menyampaikan bahwa pagelaran ini merupakan bentuk komitmen dalam nguri-uri tradisi Jawa, khususnya kesenian jaranan yang menjadi warisan budaya turun-temurun.
“Melalui Pasar Kamardikan ini, kami ingin terus nguri-uri tradisi Jawa. Kesenian jaranan adalah bagian dari identitas budaya yang harus kita lestarikan bersama,” ungkapnya.
Ia menambahkan, selain sebagai hiburan rakyat, pertunjukan seni tradisional juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar tetap mengenal dan mencintai budaya daerahnya.
Dengan antusiasme ribuan warga yang hadir, pagelaran jaranan malam itu menjadi bukti bahwa seni tradisional masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat. Rangkaian Pasar Kamardikan 2026 pun semakin terasa lengkap dengan perpaduan antara hiburan, ekonomi kerakyatan, dan pelestarian budaya.