Megengan Show: Mengenal Pelestarian Budaya Agama dan Jawa Dalam Konteks Menyambut Bulan Ramadhan
pemdes jajar 04 April 2022 05:54:27 WIB
Megengan Show Festival Ambengan Rakyat 2022 diselenggarakan di halaman rumah Kepala Desa Jajar, Kec. Gandusari, Kab. Trenggalek pada Minggu (27/03/2022).
Acara Megengan Show dihadiri oleh seluruh warga desa Jajar dan tamu undangan yang terdiri dari Bupati Trenggalek, Camat Gandusari, Dosen UIN Satu Tulunggaung dan tamu undangan lainnya.
Mbah Ime—Sapaan akrab kepala desa Jajar menjelaskan maksud diselenggarakannya kegiatan Megengan Show adalah untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan dengan cita-cita menyatukan budaya Jawa dengan agama Islam. Seperti yang dikatakan oleh dalang Brian bahwa budaya tanpa agama itu buta begitupun sebaliknya, agama tanpa budaya itu tuli. diadakannya Magengan Show guna untuk menyambut bulan suci ramadhan dengan dimeriahkan dari berbagai penampilan. Selanjutnya di lanjutkan dengan penyerahan secara simbolik bibit tanaman guna sebagai penghijauan.
Megengan sudah menjadi tradisi turun temurun dari masyarakat Jawa. Menurut masyarakat jawa, magengan sebagai wujud syukur dalam menyambut bulan suci Ramadhan, di Desa Jajar dikemas dengan penamaan magengan show. Pada pelaksanaannya, acara ini disambut dengan antusias oleh masyarakat dari berbagai kalangan. Didalamnya terdapat berbagai rangkaian kegiatan mulai dari penampilan Grup Sholawat kenamaan desa Jajar yaitu Kanza Mafia diiringi Tari Sufi, sambutan-sambutan yang bersangkutan, penyerahan simbolis bibit pohon, Dialog Budaya oleh Dosen UIN, Arak arakan Ambeng dan selanjutmya di purak, seni tradisi SALALAHUK, hingga berbagai tampilan tari seperti Tiban, Candik Ayu dan ditutup dengan Pagelaran Wayang Padat oleh Ki Jaka Arogya Permadi (salah satu Dalang Milenial yang dimiliki Desa Jajar).
Dalam proses menjaga kelestariannya, di Jawa tradisi megengan diartikan sebagai menahan, sedangkan dalam konteks bulan Ramadhan berarti menahan hawa nafsu. Desa Jajar melestarikan tradisi megengan dengan konsep yang unik. Memadukan budaya tradisional dan modern untuk menarik perhartian dari segala elemen masyarakat. Di Desa Jajar cara melestarikan budaya ini dengan mengadakan acara Megengan Show yang sudah berkembang sejak lalu. Ditandai dengan pembacaan shalawat Salalahuk atau shalawat yang dilantunkan setelah shalat tarawih.
Dalam sambutannya Bupati trenggalek berpesan “Mari kita semua sama-sama berusaha istiqomah melestarikan tradisi magengan sebelum memasuki Ramadhan sebagai bukti menyambut bulan Ramadhan dan semoga apa yang didalam riwayat Rasulullah, benar-benar kita semua tidak tersentuh dengan api neraka, karena kita semua bahagia menyambut adanya bulan Ramadhan,”.
***
Komentar atas Megengan Show: Mengenal Pelestarian Budaya Agama dan Jawa Dalam Konteks Menyambut Bulan Ramadhan
Formulir Penulisan Komentar
Layanan Mandiri
Silakan datang / hubungi perangkat Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.
Masukkan NIK dan PIN!
Statistik Kunjungan
Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
Jumlah pengunjung | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
- Saling Kunjung Rumah, Tradisi Lebaran yang Terus Dilestarikan
- Pawai Obor Takbir Keliling 1446 H di Desa Jajar, Meriah dan Penuh Kebersamaan
- Penyaluran BLT DD Desa Jajar Periode Januari-Maret 2025 : 30 KPM Terima Bantuan
- Publikasi Realisasi APBDesa Tahun Anggaran 2024 Desa Jajar
- Publikasi APBDesa Tahun Anggaran 2025 Desa Jajar
- Realisasi APBDesa Tahun Anggaran 2024
- Info Grafis APBDesa Tahun Anggaran 2024